Lika Liku Skripsi..

Alhamdulillah wa syukurillah, puji syukur atas nikmat yang tidak pernah terhenti, atas takdir yang telah lama dinanti, ternyata Allah gariskan di tanggal 17 Juli 2014. Sebuah perjalanan panjang. Sejatinya, ini bukan lah hal besar yang terlalu penting, namun sejatinya sering menjadi momok yang tak biasa bagi kita semua para penyandang "tingkat akhir". Ujian Sidang Skripsi.

Akhirnya, sebagai mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2009 UNS, aku mampu menyelesaikan studi panjang ku yang mungkin bisa di katakan terlambat dibanding dengan kelulusan teman-teman yang lain. Namun, aku yakin, dari sekian perjalanan panjang penyelesaian tugas akhir yang bernama skripsi ini akhirnya mampu aku akhiri, satu tahun dua bulan.

Aku memulai nya di bulan April 2013 dan berakhir di bulan Juli 2014. Aku yakin musuh terbesar dalam menyelesaikan skripsi adalah diri sendiri. Mood yang bila telah jatuh, habislah sudah, butuh waktu panjang untuk kembali agar bersemangat untuk bangkit dan kembali mengerjakan. Butuh keistiqomahan dan motivasi yang besar dalam masa pengerjaan.Sejatinya, masa efektif dalam mengerjakan skripsi, jika kita mampu untuk fokus dan konsisten, serta disiplin, baik dengan waktu, motivasi internal maupun eksternal, yakinlah hanya butuh waktu kurang dari satu tahun, kita sudah mampu menyandang gelar sarjana. Namun, sekali lagi butuh ISTIQOMAH, DISIPLIN, dan MOTIVASI.

Tapi, ada hal yang ingin benar-benar aku pertegas dalam masa sulit kita jatuh dan bangkit untuk memotivasi diri menyelesaikan skripsi yaitu, bukan berarti itu menjadi alasan untuk kita meninggalkan aktivitas-aktivitas produktif lainnya. Skripsi bukan berarti menjadi aktivitas tunggal yang melulu harus kita kerjakan. Fokus itu bukan berarti kita hanya melakukan satu kegiatan, melainkan fokus adalah kita mampu mengerjakan banyak hal, namun dalam setiap hal yang kita kerjakan, kita mampu membagi dalam porsi waktu dan pikiran yang pas, tidak berlebihan ataupun kurang.

Tak sedikit ujian dan cobaan yang menghadang dalam proses pengerjaan ini. Di mulai mood yang naik turun, motivasi yang rendah, terlena dengan aktivitas lain, serta paradigma negatif terhadap skripsi yang membuat semua menjadi tidak kunjung selesai. Buatlah di dalam alam bawah sadar kita bahwa skripsi itu layaknya tugas kuliah, yang membedakan adalah tugas tersebut bersifat lebih mandiri, serta tugas tersebut tanpa deathline sehingga membuat kita menjadi sering meremehkan setiap waktu yang terlewat.

Ujian lain yang sempat menghampiri ku dalam proses pengerjaan skripsi kemarin adalah aku sempat mengalami perawatan intensif di rumah sakit selama tiga hari, dikarenakan terkena penyakit typhus, sehingga butuh masa pemulihan total selama dua bulan. Benar-benar hal yang tidak biasa, selama hidup aku tidak pernah ada riwayat masuk rumah sakit untuk perawatan, dan itu pertama kalinya. Namun, banyak hikmah yang bisa aku petik dan membuat ku tetap bersyukur. Dengan sakit yang aku dapatkan, membuat aku jadi tahu, bahwa banyak cinta dan kasih sayang yang mengalir dari sahabat, teman, dan keluarga, perhatian yang begitu melimpah, sehingga membuat aku tahu, bahwa hubungan persaudaraan tak melulu terikat dalam hubungan darah, ukhuwah yang Allah ikatkan dalam ikatan iman, justru lebih kekal dan berkah. Ujian selanjutnya adalah rusaknya laptop yang harus menginap selama dua bulan. Hemm.. lengkaplah sudah! lagi-lagi, semua berjalan menurut kehendak Nya.

Dari sekian ujian panjang yang terlewat, membuat aku semakin berpikir dan yakin. Ada waktu yang telah Allah takdirkan untuk ku selesai dalam doa dan ikhtiar panjang ku menyelesaikan skripsi. Menikmati setiap dinamika yang ada, kini akhirnya usai juga. Di waktu yang tepat, disaat tak ada lagi tanggungan yang harus aku selesaikan di Solo. Disaat amanah ku berakhir, dan kini mungkin Allah sedang siapkan amanah baru yang baru sekarang lah aku siap untuk menerima nya. Allahu'alam.

Yang terpenting dalam masa studi adalah berkah yang Allah berikan dari ilmu yang kita pelajari, kebermanfaatan diri bagi orang lain. Menyelesaikan studi adalah kewajiban mutlak, bentuk bakti kita kepada orangtua yang selama ini sudah bersusah payah membiayai. Menjadi jawaban atas rasa bangga orangtua, menjadi bakti kecil kita kepada mereka. Semakin lama masa studi kita, semakin besar pula kita mengambil subsidi pemerintah yang selama ini membiayai kita, yang seharus nya mungkin ada mereka yang lebih berhak atasnya.

Kini mungkin aku sudah mampu berkata demikian, namun dulu aku pun pernah berada di posisi kalian. Tertatih untuk bangkit mulai kembali mengerjakan, mengalami stagnasi dalam melanjutkan, kehabisan jawaban dari setiap pertanyaan "kapan", hingga akhirnya kini aku bisa berkata demikian. Kini, aku mencoba menghormati kalian yang sedang mengalami jatuh bangun dinamika pengerjaan, namun aku tidak toleransi pada kalian yang meremehkan dan tidak mencoba untuk bangkit dari jatuh nya kemalasan dalam menyelesaikan skripsi kalian. Tetaplah bersemangat, carilah motivasi penyemangat yang bisa membantu mu bangkit, karena tidak ada yang bisa membantu mu menyelesaikan skripsi mu, kecuali diri mu sendiri, dan kami hanya mampu menyemangati. :)

Komentar

  1. kereen smoga tambah lancar dan barokah amiiiin.

    BalasHapus
  2. aamin yaa Rabb, kelancaran dan kebarokahan juga untuk mu :)

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, satu likuan sudah terlewati. Tetap semangat, say! Likuan yang lain tentu sedang menunggu. Dari yg levelnya EASY udah jadi MODERATE terus nanti HARD. Ehehe!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

TLATAR, WISATA AIR TERSEMBUNYI BOYOLALI