Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Lika Liku Skripsi..

Alhamdulillah wa syukurillah, puji syukur atas nikmat yang tidak pernah terhenti, atas takdir yang telah lama dinanti, ternyata Allah gariskan di tanggal 17 Juli 2014. Sebuah perjalanan panjang. Sejatinya, ini bukan lah hal besar yang terlalu penting, namun sejatinya sering menjadi momok yang tak biasa bagi kita semua para penyandang "tingkat akhir". Ujian Sidang Skripsi.
Akhirnya, sebagai mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2009 UNS, aku mampu menyelesaikan studi panjang ku yang mungkin bisa di katakan terlambat dibanding dengan kelulusan teman-teman yang lain. Namun, aku yakin, dari sekian perjalanan panjang penyelesaian tugas akhir yang bernama skripsi ini akhirnya mampu aku akhiri, satu tahun dua bulan.
Aku memulai nya di bulan April 2013 dan berakhir di bulan Juli 2014. Aku yakin musuh terbesar dalam menyelesaikan skripsi adalah diri sendiri. Mood yang bila telah jatuh, habislah sudah, butuh waktu panjang untuk kembali agar bersemangat untuk bangkit dan kembali …

Dua Puluh Empat adalah Angka yang Tak Lagi Muda(h)

Dua puluh empat tahun, sebuah bilangan yang tak lagi kecil untuk masa usia manusia. Ada yang berbeda di pertambahan usia ku kali ini. Tak terbayang semeriah dan (ingin) membuatnya meriah, layaknya tahun-tahun sebelumnya. Entah mengapa, tepat di tanggal dua puluh tujuh Juni, beberapa hari lalu, aku hanya terhenyak sepanjang waktu. Meski seperti setiap tahunnya, ada banyak ucapan doa terlantun baik melalui lisan maupun tulisan untukku, aku hanya menganggap itu sebagai rasa syukur yang kuamini dari orang-orang sekitar ku, yang hingga kini Allah masih beri aku kesehatan, kebahagiaan, dan begitu banyak kenikmatan yang tak pernah mampu aku menghitungnya, dan semoga aku tidak termasuk sebagai hamba yang lalai untuk selalu bersyukur.
Bagiku, dua puluh empat adalah angka yang tak lagi muda(h), ada banyak hal yang harus aku kembalikan kebelakang, apa-apa saja kiranya yang telah aku lakukan, dan aku hasilkan hingga aku beranjak diusia yang mendekati seperempat abad. Adakah hanya kesia-siaan hid…

Gamang

Kamu, iya kamu. Pernahkah kamu berada pada posisi dimana, ada kegamangan dalam hati mu. Ia bagai kaki yang tak menapakkan tumitnya, namun ia juga tak melambung tinggi hingga ke langit. Ia benar-benar hanya ada diantara keduanya, tidak terlalu tinggi, tidak juga terlalu rendah. Suasana hati yang penuh kegamangan. Tak melulu dikatakan galau, seperti yang kebanyakan mereka katakan. Tapi, tidak juga dalam keadaan yang utuh. Kegamangan yang teramat. Bahkan tak tahu apa sebab.