Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 6, 2013

Wejangan Pagi Sang Guru..

Gambar
Pagi tadi, diawali dengan bertholabul 'ilmi, agenda pekanan yang rutin dijalani. Entah karena memang sudah seharusnya demikian atau seperti apa, namun sang guru membuka materi dengan pengingatan akan arti mahasiswa tingkat akhir. Beliau yang sudah lebih dulu berpengalaman, memberikan beberapa wejangannya. Beliau berpesan jangan jadikan skripsi itu sebagai momok,karena itu akan membuat mu kalah sebelum melangkah, dan usahakan meskipun sudah tidak ada lagi jadwal kuliah dan waktu mu lebih banyak luang hindari untuk bekerja, karena itu akan melenakan dan menyita waktu-waktu efektif mu untuk mencari data dan berkonsultasi skripsi. Skripsi itu tanpa DEADLINE, jangan sampai kamu dilenakan. Jadi yang terpenting dari semua itu adalah, skripsi itu yaaa KERJAKANLAH...
Cintai Skripsi maka Skripsi akan Mencintaimu dan Mempermudahkan mu.. #eeaaa
Bismillah...


KAMMI itu....

Gambar
KAMMI itu, tempat pertama kali saya mengenal Khalida,Evi, Yani, Vety, Ismi, Anis, dan pejuang-pejuang kampus lainnya, di Masjid Agung Karanganyar, Dauroh Marhalah 1. Saya mengetahui KAMMI karena dulu semasa SMA ada organisasi eksternal di Jakarta juga yang bernama KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Mahasiswa). Simpel sebenarnya, diawal saya bukan orang yang begitu bersemangat untuk ikut dan masuk di KAMMI, mungkin juga teman-teman yang lain pun merasakan demikian. Ibaratnya seperti terjerumus dalam kebaikan.


Awal pertama kali di KAMMI, saya tidak pernah (ingin) mendaftar menjadi pengurus disana. Saat liburan semester pertama, saya ingat betul, ketika sedang asik-asik liburan di Jakarta, didaftarkan menjadi pengurus oleh mba Ulfah Hidayati, S.Ikom (Komunikasi 2006), lalu tidak lama dari itu mendapat sms, “Selamat anti tergabung dalam pengurus KAMMI di bidang Bidang Kebijakan Publik (KP)”. Ketika itu ketua komisariatnya adalah akh Barjos (FE 2006), sewaktu komsat masih berlokasi di jalan Surya…

Serapah...

Sumpah serapah itu bertebaran di jalanan

Makian demi makian yang kian berkeliaran

Semua ingin cepat pulang

Semua ingin segera sampai tujuan

Semua memaki

Mobil memaki motor

Motor memaki mobil

Pejalan kaki memaki semua kendaraan

Hingga semua saling memaki..

Ketika malam semakin pekat

Dan, Hujan semakin lebat

Suasana semakin terasa tak bersahabat

Hingga akhirnya, hanya kestabilan emosilah yang dapat mengikat