Mendengar



Kini aku sedang belajar untuk menggunakan lebih bijak salah satu dari kelima indera yang telah dianugerahkan dengan begitu sangat sempurnanya kepada ku oleh Sang Maha Kuasa. Ada sebuah perkataan yang mengatakan bahwa, sudah seharusnya kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara, karena kita telah diberikan dua telinga dan hanya satu mulut. Mungkin, itu bukan sebuah pernyataan yang salah, dan aku pun mengaminkannya.

Kini, aku hanya sedang mencoba belajar untuk lebih sering diam. Selama ini, rasanya sudah cukup bibir ini bergerak dengan tingkah polah kata nya yang selalu menjadi polutan. Lelah. Kini saat nya memaksimalkan kedua telinga untuk membuatnya menjadi lebih peka. Diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Diam, bukan berarti bisu. Diam, bukan berarti tidak mengadakan pergerakan. Diam, hanya lah sebuah gerak yang terhenti sejenak. Diam, akan mengajarkan kita bagaimana cara bergerak melawan pergerakan ego di dalam diri. Hingga, akhirnya diam lah yang akan mengajarkan kita bagaimana caranya bergerak secara bijak.

Mendengar, membuat aku mengetahui lebih banyak. Mendengar, membuat aku lebih paham. Mendengar membuat aku lebih banyak bersyukur terhadap keadaan diri dan sekitar. Mendengar membuat aku mampu lebih banyak melihat dengan tajam dan merasakan yang selama ini mungkin belum pernah aku rasakan. Mendengar membuat ku enggan untuk melanjutkan pembicaraan. Mendengar membuat aku malu untuk melanjutkan keluh dan kesah yang dirasakan. Dan, mendengar, membuat aku lebih paham akan arti sebuah kehidupan. Kini, aku hanya ingin lebih banyak mendengar dari pada bersuara. 

Tidak selamanya mungkin seseorang selalu bersedia mendengarkan semua tingkah polah kata kita, karena adakala nya mereka pun ingin di dengarkan. Dan, tidak banyak seseorang yang bersedia secara ikhlas, untuk mau mengambil peran sebagai pendengar yang setia. Begitu juga dengan kita. Mungkin, sadar atau pun tidak, selama ini kita sering mengeluh karena merasa suara kita tidak didengarkan. Hal tersebut terjadi, karena ternyata selama ini kita semua selalu berperan sebagai orang yang berbicara dan tidak banyak dari kita yang mau berperan sebagai pendengar. Ah, lagi-lagi ini merupakan sebuah perkara yang tidak mudah. Diam. Tidak banyak dari mereka yang menuntut hak diam. Selama ini, mereka lebih suka menuntut hak bersuara dan hak didengar suaranya.

Dan, pada akhirnya semua yang dirasakan hanyalah sebuah kegelisahan dalam diri, bercermin dan melihat lebih dalam, sejatinya diri ini terlalu banyak kekurangan. Ego yang masih terlalu besar hanya akan membuat diri semakin mengkerdil. Pada akhirnya, aku hanya harus belajar, belajar untuk menjadi pengguna indera pendengaran dan pengguna perasaan dengan baik. Yah, aku sedang belajar untuk semua itu, hanya sedang belajar menjadi seorang pembelajar yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

ANDINI (episode 1)