Keputusan

Dalam membuat dan menerima sebuah keputusan, hal yang perlu kita yakinkan pada diri kita diawal adalah tidak semua orang akan menerima setiap keputusan yang ditetapkan untuk dipilih dan berpihak pada setiap pilihan-pilihan yang ada. Mungkin terkadang kita pun, bahkan seringkali berada di posisi yang tidak menyukai pilihan yang kita pilih sendiri. Dalam menentukan sebuah pilihan, banyak hal yang harus dijadikan parameter untuk akhirnya keputusan itu ditetapkan. Entah itu sebuah faktor eksternal maupun internal. Namun, yang terpenting adalah menghitung jumlah kemashlahatan dari dampak yang dihasilkan oleh keputusan yang ditetapkan. Ini bukan hanya sekedar perkara kesepakatan bersama, hingga keputusan itu ditetapkan, atau sebatas banyaknya jumlah yang menyepakati, atau sebatas lebihnya keuntungan yang akan didapat. Tidak! Bahkan lebih dari itu. Karena setiap keputusan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing, apapun itu keputusannya!
Jika memang harus ada yang diyakinkan dalam diri, bahwa hakikatnya setiap keputusan itu tidak selalu mampu memuaskan setiap orang, memang akan ada orang-orang yang tidak dipuaskan oleh sebuah keputusan, maka yang harus dipastikan adalah, bahwa hal tersebut tidak akan memberi dampak yang lebih besar dari pada hanya sekedar keputusan yang akan diambil.
Perlu sebuah ketegasan, perlu alasan yang rasional, perlu pertimbangan yang matang, dan perlu perhitungan yang adil, hingga akhirnya semua keputusan yang dihasilkan, lagi-lagi, tidak menimbulkan banyak kekecewaan ataupun penolakan oleh banyak pihak. Bahkan harusnya menjadi sebuah tanda tanya besar, apabila ternyata lebih banyak terjadi penolakan dibanding keterterimaan dari sebuah keputusan, namun, lagi-lagi (memang) tidak semua orang mampu begitu saja menerima sebuah keputusan, hingga akhirnya si pembuat keputusan itulah yang harus mampu meyakinkan kepada mereka bahwa ini lah yang terbaik untuk kita.

Ah, lagi-lagi ini hanya lah sebuah refleksi diri. Mungkin kita pernah merasa kecewa, atau bahkan sering. Mungkin, kita pernah merasa disakiti, atau bahkan juga sering. Tapi yakinlah kemungkinan-kemungkinan itu pasti pernah atau bahkan sering dialami oleh setiap orang, oleh keputusan yang diambilnya atau bahkan diterimanya. Namun, percayalah semua adalah proses untuk mendewasakan kita.
Mengapa kata ikhlas itu tercipta, itu karena dalam hidup ini tak selamanya setiap keputusan yang ada selalu sesuai dengan apa yang selalu saja kita anggap benar menurut kita. 
Seperti dalam ktab-Nya, Allah Yang Maha Mengetahui segalanya, termasuk mengetahui seberapa besar ego yang dimiliki oleh setiap hamba-Nya, di kalam kan bahwa :

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.." 
(Q.s: Al-Baqarah: 216)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

ANDINI (episode 1)