Kebersamaan




Persahabatan kita begitu aneh. Iya, aneh aku katakan. Entah bagaimana aku mampu menggambarkan setiap keanehan yang terjadi. Semua begitu menyimpan banyak kejanggalan. Hingga kini, aku masih belum mampu menggambarkan bagaimana sejatinya hubungan ini. Aku hanya mencoba mengerti dan menafsirkannya perlahan-lahan. Aku tatap semuanya lekat-lekat. Aku putar kembali segala memori yang mengikat. Aku pahami kembali semua dengan teliti.

Ternyata memang tidak pernah ada alasan yang kuat. Semua tidak cukup kuat untuk dijadikan alasan mengapa hubungan ini tetap lekat. Kita hanya sering bertemu, berbincang bersama, tertawa bersama, melakukan banyak hal bersama meski semua tidak selalu sama. Kita hanya melakukan hal-hal yang kita sukai bersama-sama. Meski terkadang tidak semua yang aku sukai, kau pun menyukai. Kita hanya mencoba untuk saling melengkapi.

Tapi, tidak selamanya, persamaan membuat kita selalu terlihat sama, hingga banyaknya perbedaan yang juga membuat kita berbeda. Banyak perdebatan yang menyelingi karena kita pun pernah berselisih, atau bahkan sering. Banyak ketidak cocokan yang ternyata pada akhirnya itu lah yang mencocokkan kita. Memang terlalu banyak beda, tapi ternyata kita begitu menikmatinya.

Ah, memang begitu unik rasanya. Semua begitu sulit untuk digambarkan karena memang begitu abstrak. Aku, kamu, dan kita. Kita terlalu lama dan sering bersama. Mungkin hanya itu alasannya. Karena kita terlalu sering bersama. Berbicara soal sama dan bedanya kita. Hingga tak ada lagi alasan yang bisa menjelaskan, mengapa hingga kini kita masih saja terus bersama. Hingga akhirnya kita saling memahami tanpa harus di pahamkan, mengerti tanpa harus diberikan pengertian, dan mengenal tanpa harus melakukan sebuah proses pengenalan yang mendalam.

Lagi-lagi ini hanya soal kebersamaan, yang tanpa sadar membuat kita bertemu lebih sering dari biasanya. Hingga akhirnya membuat kita tidak lagi bicara, aku, kamu, dan kita berbeda. Kita tak lagi butuh alasan mengapa kita masih tetap bersama, karena ternyata, ketidaksamaan itu lah yang akhirnya membuat kita selalu bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANDINI (episode 2)

ANDINI (episode 1)

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!