I.D.E (membuat) GILA

Sungguh beberapa hari ini tempurung kepala rasanya ingin pecah pecah, cenut-cenut, cekut-cekut. (ini sakit kepala apa sakit gigi?!)
Baiklah, saya hanya sedang ingin belajar sesuatu. Iya, belajar sesuatu yang menarik, penuh corak, penuh warna, penuh pola, penuh bentuk, penuh ruang, dan kepenuhan lainnya. Saya hanya sedang ingin belajar desain! Iya desain. Layaknya anak kecil yang sedang ingin belajar menggambar, mewarnai, melukis, atau apapun itu. Saya hanya sedang mengajak otak kanan untuk bisa berfungsi lebih maksimal. Memecah paradigma di dalam kepala yang selama ini meyakini bahwa saya bukan lah seseorang yang memiliki keterampilan dalam hal seni, tidak memiliki daya imajinasi yang baik dalam hal menggambar. Lemah dalam hal memvisualisasikan sesuatu dalam bentuk gambar. Ahh, benar-benar hanya ingin keluar dari semua paradigma itu dan membuktikan bahwa saya pun memiliki kemampuan tersebut, setidaknya ketika memang benar-benar belum mampu, saya mampu meyakinkan diri bahwa saya mampu. enough!
Sudah hampir satu minggu diri ini bergulat dengan sebuah aplikasi desain yang bernama coreldraw. Itu alat canggih kan? iya canggih! hanya tinggal menggerakkan dan mengklik saja akan timbul sebuah bentuk dan warna. Tidak sesulit ketika kau memegang buku gambar dengan pensil warna, crayon, spidol, kuas lukis, atau apapun itu, lantas bertanya mau diapakan?! Kau bisa men-delete, undo, redo, dan apapun itu yang mampu membantu dan memudahkanmu. Namun, setelah seminggu ini berkutat dengan semua itu, ada satu hal yang tidak ada di aplikasi gambar canggih itu, ia adalah IDE. Iya IDE, I.D.E.
Ahh, Tuhan sampai saat ini aku masih belum tau ingin mendapatkan ide yang seperti apa, dan ingin menemukannya dimana. Aku hampir mirip seperti orang gila yang hilang kewarasaanya karena merasa IDE belum mau bersahabat dengan ku dan masih malu-malu untuk muncul dan menari-nari dalam otakku, sehingga mampu menjadi bahan bakar yang akan menggerakkan jari-jari ku untuk di daur ulang dalam bentuk sebuah desain. HAh! salah apa aku sebenarnya pada mu sehingga kau tak juga mau muncul dan bersahabat dengan ku. Entak benar-benar karena selera desain ku yang buruk atau memang tempurung kapala ini yang tak ber-seni, atau memang kemungkinan-kemungkinan lainnya. Ahh, Kau memang tak terbeli dengan apapun!
Tapi, sudahlah. Aku juga seharusnya berterimakasih dengan IDE yang tak kunjung menampakkan dirinya didalam otak kanan ku. Dipaksa sekeras apapun, mungkin aku masih sampai pada batas penikmat karya-karya yang bagus, namun belum mampu menirunya. Mari belajar lagi dan jangan harap aku akan menyerah begitu saja! Aku pasti akan meluluhkanmu dan membuatmu dengan lincahnya menari-nari didalam tempurung kepala ini. Aku memang harus berterimakasih denganmu. Keinginanku menemukanmu membuat aku mampu melewati masa-masa berkenalan dengan aplikasi gambar, coreldraw, yang sebagian orang masih berpikir sulit didekati. Tapi, aku kini sudah mulai bersahabat dengannya, dan sukses melewati masa PE-DE-KA-TE! kini tinggal mencari cara bagaimana caranya agar aku bisa menemukan dan bersahabat denganmu. Titik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

ANDINI (episode 2)