Kesesuaian



Terkadang sejenak berpikir, apa benar selama ini keputusan baik yang tidak lagi bisa diargumenkan, diperdebatkan, sudah benar-benar keputusan yang benar-benar baik dan mendapat keridhoan dari Nya? Mungkin kita selalu berpikir bahwa apa-apa yang kita lakukan ini adalah untuk meraih ridho dari Nya, tapi benarkah ini benar-benar tidak akan mengundang kemurkaan dari Nya?

Sudah fitrahnya manusia, ketika mereka berpikir dan berbicara, mereka cenderung selalu merasa bahwa itulah yang benar, dan apa-apa yang tidak sesuai dengannya, itulah yang salah. Seperti perkara benar dan salah itu hanya masalah kesepakatan saja! ah, ketika ketidaksesuaian menjadi sesuatu yang akan menimbulkan pertikaian, lantas sebenarnya kebenaran itu milik siapa dan menurut siapa? apa ketika ada ketidak sesuaian setiap orang berhak mengklaim dirinya benar dan yang lain salah? 

Tuhan.. tidak kah firman Mu sudah lebih dari cukup untuk menjadi poros dan pusat dari arti kebenaran itu sendiri? kenapa mereka sering menjadikan setiap perkara-perkara yang ada menjadi milik mereka? benar menurut mereka dan salah menurut mereka. 

Berkaca pada kisah seorang anak, ayahnya, dan keledai yang dibawanya. Ketika melewati suatu kota dan mereka hanya berjalan tanpa menaiki keledai tersebut, masyarakat di kota tersebut mengatakan teramat bodohnya mereka tidak menaiki keledainya disepanjang perjalanan, lalu dikota berikutnya ketika mereka tiba dikota berikutnya akhirnya sang ayah menuntun si keledai dan hanya sang anak yang menaiki, lalu masyarakat dikota tersebut pun mengatakan bahwa sang anak tega sekali membiarkan ayahnya yang sudah tua berjalan sedangkan ia yang masih muda naik diatas keledai, dan ketika tiba dikota berikutnya bertukarlah posisi, sang anak yang berjalan dan sang ayah yang naik diatas keledai tersebut, namun tetap saja masih ada yang mencemooh mereka bahwa sang ayah terlalu tega membiarkan anaknya berjalan, dan ia enak-enakan berada diatas keledai, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menaiki keledai tersebut secara bersamaan dan masih saja mendapat cemooh bahwa mereka tidak berperasaan terhadap sang keledai yang harus menopang mereka berdua.

Hingga sebenarnya perkara benar dan salah itu hanya menjadi kesepakatan bersama, milik mereka yang berhak menilai. ah, tidak! sejatinya ini hanya sebatas perkara mencari kebenaran dan bukan pembenaran.

Kita hanya sedang mengorganisir kebaikan, untuk mengalahkan kejahatan-kejahatan yang sudah terorganisir. Kebaikan, kebenaran yang dihadirkan merupakan saduran dari nilai-nilai yang terdapat dalam firman-firman Tuhan yang sudah diturunkan dalam kitab-Nya, Al-Quran, namun terkadang penafsiran setiap orang lah yang lagi-lagi menjadikan itu berbeda. Berani menghadapi ketidaksesuaian dan bijak dalam penyikapan, mungkin bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa ditempuh, setidaknya untuk membuat semuanya sesuai, meski tidak untuk memuaskan semuanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

ANDINI (episode 1)