Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Rindu (?)

Rindu.. Kau tau bagaimana makna rindu? Sebuah kata sifat yang setiap orang merasakannya. Bahkan berubah menjadi kata kerja ketika ia mengekspresikannya.
Rindu.. Iya Rindu. Pada sesuatu, seseorang. Ketika waktu menjadi perantara hadirnya rasa, yang membuat hati ini semakin membuncah karenanya.
Aku rasakan itu tidak hanya sekali. Bahkan pernah berkali-kali.
Aku pernah rindu pada seseorang, bahkan dua orang, ayah,  ibu. Ketika ruang dan waktu selalu menjadi dimensi paling akut yang tak pernah bisa lagi ditawar. Aku rindu mereka, ketika pendidikan menjadi alasan utama untuk aku menempuh ruang dan masa, hingga kita tak melulu harus jumpa.
Aku pernah rindu pada sesuatu. Iya, saat ini aku sangat amat teramat dibuat rindu pada laptop ku. Berlebihan memang. Namun, ternyata keterkaitan hati ini telah berlebih, bahkan ketika aku diuji dengan ketidak hadiranmu. Ternyata aku rindu. Rindu pada sesuatu.
Namun, aku juga pernah merasa rindu pada seseorang. Iya, hanya seseorang, tidak lebih. Aku pernah…

Satu diantara Dua

Agaknya, belakangan ini saya lebih sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menguji kedewasaan. Entah ini karena Allah tahu betapa saya benci jika harus memilih, karena begitu bodohnya diri dalam menentukan sebuah pilihan yang keduanya memiliki kecenderungan untuk dipilih atau bahkan tidak dipilih sama sekali, namun walau bagaimana pun juga, saya harus tetap memilih. Satu diantara dua.
Mungkin ini sebab Allah memfasilitasi orang-orang yang super duper "labil bin galau" seperti saya ini dalam menentukan pilihan, dengan menyediakan sarana berupa sholat Istikhoroh, dimana kita bisa meminta langsung agar diberikan kemantapan hati dari setiap pilihan-pilihan yang membuat kita, atau saya tepat nya, menjadi sosok yang teramat sangat "labil" dan "galau", begitu katanya istilah anak zaman sekarang.
Hidup memang akan senantiasa dihiasi dengan pilihan-pilihan yang semakin lama semakin menuntut kedewasaan kita sebagai manusia. Memilih atau di pilih, itu juga pil…

Biasa - Biasa Saja

Gambar
Aku hanya sekedar ingin sejenak memutar kembali otak, layaknya merapikan kembali kertas-kertas yang berserak, hanya untuk mengingat kapan sejatinya kita pertama kali bertemu. Aku hampir lupa, karena memang tidak ada yang terkhusus dengan perkenalan pertama kita, yang membuatku mampu mengingat-ingatnya dengan lekat. Semua berjalan begitu saja. Tiba-tiba kita sering tertawa bersama, berbicara hal-hal yang sama, bertukar cerita, dan begitu seterusnya. Tidak ada hal yang dikhususkan, semua biasa-biasa saja, sama seperti aku dengan yang lainnya.
Namun, aku masih saja penasaran. Kenapa semua jadi begitu tak terekam, namun semua mampu membuat kita saling ingat dan semakin melekat. Mungkin ketidakbermaknaan ini lah yang akhir nya menyadarkan kita akan sebuah rasa, bahwa sejatinya ada sebuah rasa yang tertunda diantara kita. Entah itu apa!
Aku hanya akan menganggap ini semua biasa-biasa saja. Sampai kapanpun, dan tak terkecuali apapun. Aku hanya tidak ingin terlalu menggantungkan harapan yan…

Andai aku anak Mesir...

Gambar
Andai aku anak Mesir.. Aku berpikir bagaimana jika aku memposisikan diri sebagai anak Mesir. Setiap hari mendengar desingan peluru, melihat ratusan pendemo berada di jalanan berhari-hari melalui sebuah siaran TV lokal atau hanya sebatas siaran radio atau pun obrolan masyarakat sekitar, atau bahkan didepan mata kepala ku sendiri. Yang menjadikan mayat-mayat sebagai pemandangan yang lumrah di sepanjang jalan Rabiah al Adawiyah dan Nahda Square.
Andai aku anak Mesir.. Entah berapa banyak tangisan yang akan aku dengar setiap harinya, yang aku akan lihat dari teman-teman ku yang tiba-tiba menjadi seorang yatim dan para ibu yang menjadi seorang janda karena ayah dan suami mereka termasuk dari segerombolan pendemo yang terkena peluru yang ditembakkan secara sengaja oleh pihak yang mengaku sebagai pemimpin negeri mereka. Atau mungkin aku pun bernasib sama dengan mereka, turut menjadi yatim bahkan piatu karena kedua orangtua ku ikut termasuk menjadi orang-orang yang ingin memperjuangkan negeri…

Deru

Deru yang membadai itu semakin kencang di dalam dada, gemuruh nya makin rusuh, rasanya harus segera dihentikan, jika tidak habislah sudah. Karena badai yang datang seper sekian detik saja mampu memporakporandakan apa-apa yang ada di sekitarnya. Apalagi yang ada di dalam dada, entah apa jadinya.

Aku tau, Tuhan tidak mungkin menciptakan segalanya secara tunggal, selalu ada sepasang yang menjadi penyeimbang. Tak ada kesedihan yang berlarut melainkan akan datang bahagia yang kan menyambut. Tak akan ada benci yang mengeraskan hati, melainkan akan datang cinta yang melembutkan.

Akan ada masa dimana kita merasakan terpuruk agar kita tau bagaimana caranya bangkit. Ada masa dimana kita akan bertanya siapa sebenarnya kita, hingga tiba masa dimana Tuhan menunjukkan kuasa Nya melalui hidayah, karena janji-Nya jika kau ingin mengenal Tuhan mu maka kenalilah dirimu terlebih dahulu.

Bahagia itu sederhana. Itu lah kata-kata yang selalu di yakinkan pada diri. Agar tak melulu menuntut pada hal-hal besa…

#1 HANUM

Kita termangu disini bersama, begitu lama, tanpa kata. Sudah hampir dua jam, dan tak ada satu pun kata pemecah keheningan. Kau terus saja sibuk dengan ponsel digenggaman, dan aku hanya sebagai penyelaan. Jika aku tau akan seperti ini, mungkin lebih baik tak perlu saja ada pertemuan. Karena ternyata seperti ini hanya akan membuat aku menyukai perpisahan jarak diantara kita seperti biasanya, hingga aku merasa kita lebih dekat saat dipisahkan oleh jarak. 
Aku pikir kau menyukai pertemuan ini, sama sukanya seperti aku yang begitu bersemangat menanti hari ini. Namun, ternyata, sedari tadi tak ada kata yang memecah kebekuan diantara kita. Tak ada yang bisa aku lakukan, selain menunggu dan duduk dengan senyum, lalu berpura-pura mengatakan, bahwa aku baik-baik saja. Entah apa maknanya, pertemuan saat ini ternyata membuat hati dan pikiran mu tak seinci pun menjadi dekat, sedekat posisi duduk kita saat ini, yang hanya berjarak beberapa inci saja, jika sedikit saja aku atau kau bergeser, mungki…

Mendengar

Gambar
Kini aku sedang belajar untuk menggunakan lebih bijak salah satu dari kelima indera yang telah dianugerahkan dengan begitu sangat sempurnanya kepada ku oleh Sang Maha Kuasa. Ada sebuah perkataan yang mengatakan bahwa, sudah seharusnya kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara, karena kita telah diberikan dua telinga dan hanya satu mulut. Mungkin, itu bukan sebuah pernyataan yang salah, dan aku pun mengaminkannya.
Kini, aku hanya sedang mencoba belajar untuk lebih sering diam. Selama ini, rasanya sudah cukup bibir ini bergerak dengan tingkah polah kata nya yang selalu menjadi polutan. Lelah. Kini saat nya memaksimalkan kedua telinga untuk membuatnya menjadi lebih peka. Diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Diam, bukan berarti bisu. Diam, bukan berarti tidak mengadakan pergerakan. Diam, hanya lah sebuah gerak yang terhenti sejenak. Diam, akan mengajarkan kita bagaimana cara bergerak melawan pergerakan ego di dalam diri. Hingga, akhirnya diam lah yang akan mengajarkan kita b…

Kebersamaan

Gambar
Persahabatan kita begitu aneh. Iya, aneh aku katakan. Entah bagaimana aku mampu menggambarkan setiap keanehan yang terjadi. Semua begitu menyimpan banyak kejanggalan. Hingga kini, aku masih belum mampu menggambarkan bagaimana sejatinya hubungan ini. Aku hanya mencoba mengerti dan menafsirkannya perlahan-lahan. Aku tatap semuanya lekat-lekat. Aku putar kembali segala memori yang mengikat. Aku pahami kembali semua dengan teliti.

Ternyata memang tidak pernah ada alasan yang kuat. Semua tidak cukup kuat untuk dijadikan alasan mengapa hubungan ini tetap lekat. Kita hanya sering bertemu, berbincang bersama, tertawa bersama, melakukan banyak hal bersama meski semua tidak selalu sama. Kita hanya melakukan hal-hal yang kita sukai bersama-sama. Meski terkadang tidak semua yang aku sukai, kau pun menyukai. Kita hanya mencoba untuk saling melengkapi.

Tapi, tidak selamanya, persamaan membuat kita selalu terlihat sama, hingga banyaknya perbedaan yang juga membuat kita berbeda. Banyak perdebatan ya…

Ilusi

Kita hampir menjadi seperti sebuah bilik
Atau lebih tepat nya yang berada dibalik sebuah bilik
Semua penuh sekat, udara terasa sesak
Masing-masing memiliki batas yang mungkin tak terbatas

Semua saling intip, semua saling mengintip
Masing-masing punya kata
Masing-masing membuat sela
ah, masing-masing berbentuk layaknya kubu saja

Adakah ini sebuah kompetisi
Satu sama lain saling menandingi
Semua saling menunjukkan dalam maya
Semua saling sindir dalam kata dan suasana

Adakah kita sedang berpura-pura bahagia
Untuk menutupi sebuah luka yang menganga
Adakah kita sedang menunjukkan pada mereka
Bahwa kita tetap baik-baik saja meski semua tak terjadi sempurna

Keputusan

Dalam membuat dan menerima sebuah keputusan, hal yang perlu kita yakinkan pada diri kita diawal adalah tidak semua orang akan menerima setiap keputusan yang ditetapkan untuk dipilih dan berpihak pada setiap pilihan-pilihan yang ada. Mungkin terkadang kita pun, bahkan seringkali berada di posisi yang tidak menyukai pilihan yang kita pilih sendiri. Dalam menentukan sebuah pilihan, banyak hal yang harus dijadikan parameter untuk akhirnya keputusan itu ditetapkan. Entah itu sebuah faktor eksternal maupun internal. Namun, yang terpenting adalah menghitung jumlah kemashlahatan dari dampak yang dihasilkan oleh keputusan yang ditetapkan. Ini bukan hanya sekedar perkara kesepakatan bersama, hingga keputusan itu ditetapkan, atau sebatas banyaknya jumlah yang menyepakati, atau sebatas lebihnya keuntungan yang akan didapat. Tidak! Bahkan lebih dari itu. Karena setiap keputusan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing, apapun itu keputusannya!
Jika memang harus ada yang diyakinkan dalam diri, …

Nostalgia Theme Song 12 Jam..

Gambar
Pagi-pagi sayup-sayup mendengar sebuah lagu yang sangat familiar ditelinga dari sebuah acara musik di salah satu stasiun televisi swasta, dengan lirik-liriknya yang dahsyat *lebai, jadi teringat sebuah theme song alay mepet jendela Sri Tanjung di perjalanan panjang 12 jam ke arah timur pulau Jawa, BANYUWANGI...
Ini liriknya, silahkan diresapi, hehe....

HARGAI AKU by . Armada Band
Seringkali kau merendahkanku Melihat dengan sebelah matamu Aku bukan siapa-siapa
Selalu saja kau anggap ku lemah Merasa hebat dengan yang kau punya Kau sombongkan itu semua
Coba kau lihat dirimu dahulu Sebelum kau nilai kurangnya diriku Apa salahnya hargai diriku Sebelum kau nilai siapa diriku
Sering kali (sering kali) kau merendahkanku (kau merendahkanku) Melihat dengan sebelah matamu Aku bukan siapa-siapa
Coba kau lihat dirimu dahulu Sebelum kau nilai kurangnya diriku Apa salahnya hargai diriku Sebelum kau nilai siapa diriku

Coba kau lihat dirimu dahulu Sebelum kau nilai kurangnya diriku Apa salahnya hargai dirik…

Percakapan Tidak Penting!

SMS....

X : Mba, maaf mengganggu, saya bisa minta tolong? Y : Oh, iya ada apa? X : Tapi, mba lagi sibuk ga? Y : Ga terlalu sih, emangnya ada perlu apa ya? X : Oh, kalo gitu berarti mba nya lagi sibuk ya? Yaudah deh mba, lain kali aja, takut mengganggu. Y : Ga ganggu sih sebenarnya, tapi yaudah kalo begitu. X : Ga usah mba lain waktu aja, saya ga mau mengganggu. Terimakasi :) Y : ----------------------------------------------------

Pernahkah anda terlibat dalam percakapan demikian? Tidak kah anda merasakan sesuatu kejanggalan dalam percakapan seperti itu? Saya harap anda tidak termasuk sebagai pelaku "X"! karena jika iya, saya hanya ingin menjelaskan kepada anda, bahwa sejatinya anda itu sudah termasuk dalam pertanyaan anda itu sendiri. Hal itu karena, meskipun anda mengatakan takut mengganggu, padahal sejatinya anda sudahlah termasuk dalam kategori seseorang yang amat sangat mengganggu itu sendiri! karena anda hanya membuat orang yang anda sms itu menghabiskan pulsa nya untu…

Ganti Namaaaaa....

"Inspirasi Hijau" entah kenapa akhirnya nama ini yang terpilih menggantikan nama "Muslimah Inspiratif" yang menjadi blog saya selama ini. Entah kenapa. Kalian diperbolehkan untuk berpendapat, kenapa akhirnya saya merubah nama blog ini, entah, karena ternyata tidak sesuai dengan kenyataan bahwa, ternyata (mungkin) saya muslimah sang pemilik blog yang masih belum inspiratif dalam penyediaan konten sehingga kalo kata orang dulu jadi keberatan nama (?) ,  atau karena memang merasa bahwa blog ini masih jauh dari kata inspiratif itu sendiri, sehingga masih jauh dari kata ideal, atau sekedar bosen saja, atau karena apapun itu, kalian semua bebas meng-karena-kannya.

Tapi, dari sekian banyak alasan kenapa akhirnya saya harus mengganti nama "Muslimah Inspiratif" ini menjadi nama "Inspirasi Hijau", semua itu terjadi hanya karena saya menyimpulkan sedikit hal, yaitu :
1. Setelah saya amati, (sadar ataupun tidak) setiap kali merasa bosan dan mengganti templa…

Tidak Tau!

Mau menulis apa?
Tidak tau.

Tapi rasa-rasa nya ada yang ingin dituliskan.
Iya apa?
Tidak tau.

Ada yang harus diungkapkan dan dikeluarkan dari dalam tempurung kepala ini.Keluarkan saja!
Tidak bisa.

Lah, kenapa?
Tidak tau.

Tapi tidak hanya yang ada di dalam tempurung kepala yang meronta, dada ini juga rasanya sesak.
Memang ada apa?
Tidak tau.

Semua terasa kunang-kunang, terang ditempat gelap, tapi ketika fajar datang jadi tak terlihat.
Itu maksudnya apa?
Tidak tau.

Sebenarnya kamu kenapa?
Tidak tau.

Jadi, serba tidak tau?
Tidak tau.

Lantas mau kamu apaaaaaaa?? *plakk
Tidak tau.

*pulang, tarik selimut*


#perang batin

Menanti Masjid Kampus ku..

Gambar
Dari kejauhan aku melihat mu dengan bangga.  Kini engkau nampak lebih gagah dan mewah. Kau begitu gagah menjulang matahari dan mewah menyilaukan mata. Membuat mereka yang memandang, tersenyum dan berdecak kagum. Ahh, kini kau benar-benar tampak berbeda dari sebelumnya.
Dulu, Mereka mengeluhkanmu yang tak kunjung berbenah Merasa malu mengakui mu adalah tempat terindah Terasa enggan meski hanya sekedar untuk singgah Sehingga tak terlalu bersemangat untuk tinggal beribadah.
Selalu, Masih banyak dari mereka yang senantiasa setia Begitu menikmati setiap waktu untuk berkelakar disana Seakan tak berpaling dari kesejukan dan ketenangan suasana
Di tempat sangat sederhana Semilir, menenangkan, dan sayup-sayup ada saja lantunan suara Al-Quran.
Namun Kini, Ada ketakutan yang menyelinap dalam diri Ada kekhawatiran yang bersemi Aku khawatir kau tak seramah dulu Tak sebersahabat seperti sebelumnya
Sungguh, Aku takut akan merasa asing dengan penampilan baru mu Tak lagi senyaman dulu, ketika berkelakar disana
Ada banyak cand…

I.D.E (membuat) GILA

Sungguh beberapa hari ini tempurung kepala rasanya ingin pecah pecah, cenut-cenut, cekut-cekut. (ini sakit kepala apa sakit gigi?!)
Baiklah, saya hanya sedang ingin belajar sesuatu. Iya, belajar sesuatu yang menarik, penuh corak, penuh warna, penuh pola, penuh bentuk, penuh ruang, dan kepenuhan lainnya. Saya hanya sedang ingin belajar desain! Iya desain. Layaknya anak kecil yang sedang ingin belajar menggambar, mewarnai, melukis, atau apapun itu. Saya hanya sedang mengajak otak kanan untuk bisa berfungsi lebih maksimal. Memecah paradigma di dalam kepala yang selama ini meyakini bahwa saya bukan lah seseorang yang memiliki keterampilan dalam hal seni, tidak memiliki daya imajinasi yang baik dalam hal menggambar. Lemah dalam hal memvisualisasikan sesuatu dalam bentuk gambar. Ahh, benar-benar hanya ingin keluar dari semua paradigma itu dan membuktikan bahwa saya pun memiliki kemampuan tersebut, setidaknya ketika memang benar-benar belum mampu, saya mampu meyakinkan diri bahwa saya mampu.

Prolog

Morning readers...
(using "s"? emang banyak pembacanya? ada yang mau baca aja syukur! #ngoceh)
hehehe, pagi menjelang sangat siang ini, di rumah, moment liburan, santai-santai kayak dipantai, dengan cuaca dingin-dingin mendung yuuhuuu... mau menulis apa kah ini gerangan?? oke..oke... ini saya ceritanya baru aja menghabiskan Januari dengan liburan nekat dari biasanya. Main-main ke tempat baru, kota baru yang tidak pernah terpikirkan untuk saya sambangi, but what great the all city! Purbalingga yang harus lewat Purwokerto, terus main juga ke bagian paling timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Ini ceritanya mau bikin edisi khusus semacam liputan khusus gitu ya, tapi dari kemarin belum dapet gitu mood nya buat membagi gimana excitednya liburan kemarin, dari mulai main bebek-bebekan, ke pantai, sampai naik gunung. nah! seru kan? iya seru tapi serunya masih belum mau aku bagi. Masih terawang-awang didalam diri. *plakk* (terus ini jadinya mau nulis apa???)
oke..oke... biar bermanfaat. Ini nia…

Wejangan Pagi Sang Guru..

Gambar
Pagi tadi, diawali dengan bertholabul 'ilmi, agenda pekanan yang rutin dijalani. Entah karena memang sudah seharusnya demikian atau seperti apa, namun sang guru membuka materi dengan pengingatan akan arti mahasiswa tingkat akhir. Beliau yang sudah lebih dulu berpengalaman, memberikan beberapa wejangannya. Beliau berpesan jangan jadikan skripsi itu sebagai momok,karena itu akan membuat mu kalah sebelum melangkah, dan usahakan meskipun sudah tidak ada lagi jadwal kuliah dan waktu mu lebih banyak luang hindari untuk bekerja, karena itu akan melenakan dan menyita waktu-waktu efektif mu untuk mencari data dan berkonsultasi skripsi. Skripsi itu tanpa DEADLINE, jangan sampai kamu dilenakan. Jadi yang terpenting dari semua itu adalah, skripsi itu yaaa KERJAKANLAH...
Cintai Skripsi maka Skripsi akan Mencintaimu dan Mempermudahkan mu.. #eeaaa
Bismillah...


KAMMI itu....

Gambar
KAMMI itu, tempat pertama kali saya mengenal Khalida,Evi, Yani, Vety, Ismi, Anis, dan pejuang-pejuang kampus lainnya, di Masjid Agung Karanganyar, Dauroh Marhalah 1. Saya mengetahui KAMMI karena dulu semasa SMA ada organisasi eksternal di Jakarta juga yang bernama KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Mahasiswa). Simpel sebenarnya, diawal saya bukan orang yang begitu bersemangat untuk ikut dan masuk di KAMMI, mungkin juga teman-teman yang lain pun merasakan demikian. Ibaratnya seperti terjerumus dalam kebaikan.


Awal pertama kali di KAMMI, saya tidak pernah (ingin) mendaftar menjadi pengurus disana. Saat liburan semester pertama, saya ingat betul, ketika sedang asik-asik liburan di Jakarta, didaftarkan menjadi pengurus oleh mba Ulfah Hidayati, S.Ikom (Komunikasi 2006), lalu tidak lama dari itu mendapat sms, “Selamat anti tergabung dalam pengurus KAMMI di bidang Bidang Kebijakan Publik (KP)”. Ketika itu ketua komisariatnya adalah akh Barjos (FE 2006), sewaktu komsat masih berlokasi di jalan Surya…

Serapah...

Sumpah serapah itu bertebaran di jalanan

Makian demi makian yang kian berkeliaran

Semua ingin cepat pulang

Semua ingin segera sampai tujuan

Semua memaki

Mobil memaki motor

Motor memaki mobil

Pejalan kaki memaki semua kendaraan

Hingga semua saling memaki..

Ketika malam semakin pekat

Dan, Hujan semakin lebat

Suasana semakin terasa tak bersahabat

Hingga akhirnya, hanya kestabilan emosilah yang dapat mengikat

Kesesuaian

Gambar
Terkadang sejenak berpikir, apa benar selama ini keputusan baik yang tidak lagi bisa diargumenkan, diperdebatkan, sudah benar-benar keputusan yang benar-benar baik dan mendapat keridhoan dari Nya? Mungkin kita selalu berpikir bahwa apa-apa yang kita lakukan ini adalah untuk meraih ridho dari Nya, tapi benarkah ini benar-benar tidak akan mengundang kemurkaan dari Nya?Sudah fitrahnya manusia, ketika mereka berpikir dan berbicara, mereka cenderung selalu merasa bahwa itulah yang benar, dan apa-apa yang tidak sesuai dengannya, itulah yang salah. Seperti perkara benar dan salah itu hanya masalah kesepakatan saja! ah, ketika ketidaksesuaian menjadi sesuatu yang akan menimbulkan pertikaian, lantas sebenarnya kebenaran itu milik siapa dan menurut siapa? apa ketika ada ketidak sesuaian setiap orang berhak mengklaim dirinya benar dan yang lain salah? Tuhan.. tidak kah firman Mu sudah lebih dari cukup untuk menjadi poros dan pusat dari arti kebenaran itu sendiri? kenapa mereka sering menjadikan …