PEMAKNAAN


Setiap mereka memiliki pemaknaannya tersendiri dalam memandang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Ketika bulan terbaik itu tiba, ada yang benar-benar memaknai bahwa ini lah waktu nya merefleksikan diri setelah sebelas bulan penuh beraktifitas keduniawian, dimana ada janji pahala melimpah bagi mereka yang meyakininya. Namun, sebagian dari mereka juga ada yang berpikir bahwa, ketika Ramadhan ini tiba, sudah barang tentu akan ada makanan melimpah yang akan di bagikan cuma-cuma, diwaktu sahur dan berbuka, hingga ada yang berkata bahwa tidak ada orang yang kelaparan ketika Ramadhan itu tiba, ahh kenapa dibulan lain tidak bisa yaa?!

Ada sebagian dari mereka yang lebih memilih untuk berlomba meminta-meminta dijalananan dengan diiringi kata-kata doa yang meyakinkan, yang ternyata selidik punya selidik katanya mereka bisa mengantongi rupiah melebihi gaji para PNS entah kelas berapa, pantas saja mereka berbondong-bondong untuk melakukan, mungkin mereka berpikir untuk menjadi sarana bagi mereka yang ingin berpahala dengan sedekah dan dengan senang hati mereka mau memfasilitasinya. Lantas, tak kalah hebohnya, perusahaan media yang tiba-tiba berlomba-lomba mengislamikan acara-acaranya dengan melengkapi setiap acaranya dengan ceramah-ceramah yang entah lebih banyak mana makna dengan canda tawanya. Tiba-tiba banyak ustad yang bermunculan bak selebritis di televisi dengan gaya dan model ceramahnya masing-masing sesuai pesanan awak media. Selebriti yang tiba-tiba bergaya ala ustad dan ustad yang tiba-tiba bergaya dan tampil ala selebriti, meski mungkin tidak semua. Selalu saja seperti itu di setiap tahunnya.

Ramadhan akan segera berakhir yang menandakan datangnya 1 Syawal yang itu berarti Lebaran akan tiba, semua kembali berganti cerita. Ada yang berburu malam Lailatul Qadar dengan mulai memenuhi masjid-masjid besar yang menyelenggarakan i’tikaf. Hingga 10 hari terakhir persiapan mudik dan penuhnya tempat-tempat perbelanjaan hingga tersebarnya harum nastar dan kue khas lebaran lainnya. THR yang menjadi kunci dari segalanya, jika terlambat atau tidak dibagikan, serasa Lebaran itu batal atau bahkan tidak jadi datang. Namun yang menjadi pertanyaan kini, adakah kita sedih Ramadhan itu pergi sesedih THR yang tak kunjung dibagi?

Meski klise terkadang, pemaknaan lebaran tetap saja dengan baru nya pakaian, pembagian salam tempel ditiap-tiap tangan, kue-kue yang berjajar di ruangan, hingga ketupat dan daging rendang yang wajib menjadi hidangan. Mudik yang sudah menjadi tradisi, bertemu dengan sanak saudara dikampung halaman setelah mengais rezeki jutaan ditanah perantauan. Bahkan tak jarang rasanya, selain dijadikan untuk moment silaturahmi dan berbagi, lebaran juga menjadi ajang pamer perhiasan dan mobil pribadi di kampung halaman. Tak berani pulang jika tidak membawa bawaan.
Media sosial dan dunia maya pun tak ingin ketinggalan, dijaman serba internetan, tak lupa ucapan lebaran dengan iringan maaf itu dilontarkan. Semoga itu pun mampu mewakili keikhlasan dan ketulusan dari sebuah ucapan. Hingga benar-benar mampu malarutkan dendam dan mengeratkan tali persaudaraan.

Ahhh Tuhan... sesepele itu kah bulan yang dengan sengaja Kau sediakan dan Kau muliakan selama sebulan ini? Mungkin ini adalah fenomena yang tak terelakkan. Semoga makna Fitri itu tetap ada, semoga meraih derajat takwa itu tetap menjadi yang utama. Meski mungkin ada pemaknaan lain dari hanya sekedar tercapainya takwa, tapi jadikanlah kami hamba mu yang tetap memaknai fitri dengan keberlanjutan takwa di sebelas bulan berikutnya. Semoga kami kembali diberi kesempatan untuk bertradisi di bulan terbaik mu yang akan datang. Bertradisi untuk menggapai takwa, bertradisi untuk bersilaturahmi, bertradisi untuk berbagi, dan bertradisi untuk berani mengucap maaf ketika kata maaf itu terasa mahal diungkapkan di hari-hari biasanya.

Selamat berlomba-lomba meraih tingkatan takwa di malam-malam terakhir Ramadhan ini. Selamat berbagi rizki dan bersilaturahmi. Selamat melanjutkan estafet ibadah di sebelas bulan mendatang. Wallahu’alam..

Eka dan Kedua Orang Tua Mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqabalallahu Minna Wa Minkum. Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Batin


*malam 29 Ramadhan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

ANDINI (episode 1)