SURAT UNTUK AYAH

Ayah ternyata firasat buruk ku kemarin terjawab tentangmu. Aku dengar engkau sakit. Tau kah kau ayah, apa yang aku rasakan saat ini? rasanya aku takuuut sekali mendengar kabar sakit mu, meski sebenarnya engkau hanya sakit sederhana yang "mungkin" biasa dihadapi oleh orang-orang seusia mu, darah tinggi. Iya ayah, itu hanya penyakit biasa dan ibu pun juga sering mengalami sakit itu, atau mungkin juga orang lain. Namun, menurut ku ini mencemaskan, karena sosok mu yang gagah, tinggi, meski sedikit gemuk dan berkulit gelap, bagi ku kau jauh lebih gagah dan kuat dari Super Hero yang ada di cerita-cerita fiksi anak-anak. Engkau yang selama berpuluh-puluh tahun adalah lelaki yang kuat dan sehat. Engkau yang berpuluh-puluh tahun tidak pernah mengeluh sakit. Engkau yang bahkan sanggup berkilo-kilo meter bersepeda hingga berjalankaki. Bagi ku kau adalah ayah yang sangat LUAR BIASA!
Tapi, entah anak semata wayang mu ini saja mungkin yang terlalu berlebihan, mendengar engkau sakit, tak kuasa diri ini menahan air mata yang akhirnya jatuh juga, karena begitu khawatir dengan keadaan mu. Anak mu yang kini merantau jauh untuk menentukan masa depannya. Anak yang berusaha membahagiakan mu dengan balasan materi dan prestasi, meski semua pengorbanan mu tak mungkin terbalas dengan sebatas hitungan sepele semua itu. Anak mu yang ingin membahagiakan mu dan istri mu dihari tua kelak. Anak semata wayang mu yang menjadi satu-satu nya harapan atas upaya kerja keras mu. Anak yang menjadi investasi kebahagiaan mu dan istrimu di dunia dan di akhirat kelak.
Ayah, meski surga terdapat di telapak kaki ibu. Meski, aku lebih dekat dan tampak lebih menyayangi ibu. Namun, semua itu tak berarti mengurangi nilai cinta ku kepadamu. Rasulullah mengucapkan sampai 3x, agar cinta seorang anak terhadap "sang umi" memiliki porsi yang lebih besar, tapi bukan berarti rasa cinta terhadap seorang ayah berkurang. Tidak Ayah! sama sekali tidak!
Aku mencintai mu Ayah.
Sosok yang selalu kuat namun lemah dalam menolak permintaan sang anak. Sosok yang pendiam namun sangat bertanggung jawab. Sosok yang selalu mengorbankan segalanya hingga kebahagiaannya, hanya untuk keluarganya. Sosok yang begitu lembut mencintai anak kecil di balik wajah nya yang "menakutkan". Sosok yang sangat ditakuti amarah nya namun sangat mudah menangis. Sosok yang begitu sabar menghadapi anak dan istri yang hoby sekali berbicara (red. cerewet). Sosok yang begitu aku inginkan ada pada suami ku kelak, ketegasan, kelembutan dan tanggung jawab nya seperti mu. Sosok yang selalu saja ku rindukan, karena kita jarang bertemu. Sosok yang bagiku kau lebih tampan dengan pengabdianmu sebagai seorang kepala keluarga, dibanding lelaki manapun.
Surat ini untuk mu ayah, surat cinta dari putri mu yang kini sudah semakin beranjak dewasa, yang begitu mencemaskan mu karena tak pernah melihat engkau mengeluh sakit. Masa, mungkin kini sudah mulai melemahkan raga mu, ingin rasanya segera mengambil alih kerja keras mu untuk keluarga, mempersilahkanmu duduk manis dan berpacaran kembali dengan istri mu, dengan ibu ku tercinta. Ayah aku harap engkau lekas sembuh. Dari jarak ribuan mil ini aku persembahkan doa khusus untuk mu dan ibu tercinta, agar kalian senantiasa di berikan kesehatan dan diangkat segala penyakit yang ada. Aku titip kan ayah dan ibu ku pada Mu yaa Rabb, jaga mereka, lindungi mereka, dan sayangi mereka, di saat jauhnya perantauan ku dalam menuntut ilmu, Syafakallah Yaa Abi..

Ananda yang Tulus Mencintaimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

TLATAR, WISATA AIR TERSEMBUNYI BOYOLALI