PINJEM BUKU JUGA BAYAR..!


Perbincangan itu berawal, ketika siang menjelang sore itu saya menyempatkan diri untuk mampir ke perpustakaan yang ada di fakultas untuk meminjam buku yang akan saya gunakan sebagai referensi tulisan saya. Setelah mendapatkan buku yang dibutuhkan berjalanlah saya menuju ketempat peminjaman dengan mengajukan kartu perpus untuk identitas peminjaman. Ketentuan peminjaman di perpustakaan FISIP UNS itu maksimal hanya 2 buku, daaan ternyata setelah saya mengajukan kartu perpustakaan sang penjaga pun mengatakan... 

" Maaf mba, kartu nya penuh, kemarin udah pinjem sampe 2 buku tapi belum dikembalikan, jadi ga bisa pinjem lagi."

#Jegeeerrr... bak di sambar geledek, buku yang sangat urgent dibutuhkan saat itu juga akhirnya batal untuk dipinjam, akibatnya harus mencari sang pelaku pemakai kartu perpus saya yang lupa mengembalikan bukunya!

"Yahh, pak gimana dong, pentiiiing niiihhh, suer deeehh..."

"Lha, gimana mba? makanya kalo punya kartu jangan di pinjem-pinjemin ke orang lain, jadinya kan mba sendiri yang repot."

#nah lho ini kenapa jadi gue yang di protes sama petugas perpus, kan itu kartu perpus punya gue, yaa suka-suka gue dong! (ngedumel sambil mengerutkan dahi)

"Yaudah deh pak, nanti saya coba cari dulu buku nya baru saya kembalikan."

"Iya mba di cari dulu, ini bukunya saya simpen deh biar nanti gak dipinjem orang lain."

"Ya pak, makasih."

Selanjutnya langsung saya berinisiatif untuk langsung  menuju tempat yang menurut saya, bisa menjadi alternatif. SEKRE BEM FISIP UNS. Setelah melakukan inspeksi, di sekre yang bukan lagi menjadi tempat saya bernaung, agak lancang memang mengobrak-abrik nya. Dan, ternyata BENAR, disinilah buku perpustakaan yang dipinjam itu berada. Karena menurut saya (dulu) sekre itu menjadi gudang dari pembuangan segala barang pengurusnya, jadi anda bisa menemukan barang yang hilang disana, hehe...

Langsung saya kembali menuju perpustakaan yang berada di lantai 2 gedung 4 itu berada. 

"Pak, saya dapet nih bukunya, berarti saya boleh pinjem doong." dengan girang cengengesan

"Tuh kan mba, bener belom di balikin, udah lama banget lagi mba dari oktober 2010. Wah dendanya banyak nih mba."

#Apa, denda??? sebuah hal yang tidak terlintas sejak tadi!

"Emang berapa pak dendanya?" harap-harap cemas

"Hemm, 17 ribu mba."

"Hah?? 17 ribu pak? mahal amat?" berharap bisa nawar, kebiasaan tanah abang nya keluar deh.

"Yaialah mba, ini masih mending. Coba kalo mba pinjem nya di perpustakaan pusat. Pasti udah mahal banget."

"Eh, iya deh pak." Sambil mengeluarkan uang terakhir berwarna biru yang tinggal selembar di dalam dompet.

"Tau gak, mba kalo perpus pusat itu kan dendanya aja udah 5000 satu hari kalo telat balikin buku."

"Iya pak, makanya ngeri mau pinjem buku disana, apalagi kalo punya penyakit lupa, bahaya kan pak"

"Bener mba, kemarin aja ada yang cerita kalo dia kena denda di perpus pusat sampe dua juta, minjem selama tiga tahun, dan lupa balikin."

"APA PAK? DUA JUTA???" bak, disamber petir dan teriak di ruangan anti kebisingan.

"Iya mba DUA JUTA" sambil menunjukkan jari tengah dan telunjuk nya.

"Lha terus itu gimana pak? dibayar beneran dua juta gitu? widiih, dapet HP baru tuh pak. Mending suruh beliin buku baru aja pak, dapet sama toko-toko nya"  #lebai

"Iya lah di bayar mba, tapi di potong 50 %, jadi setengahnya, tapi yaa tetep aja, mahal."

"ckckckck, katanya kita disuruh banyak baca ya pak, tapi waktu peminjaman cuma dikasih seminggu mau berapapun pinjaman bukunya. Eh, udah gitu kalo telat pake denda lagi, lima ribu sehari, buat apa coba denda segitu mahalnya. Jangan-jangan lagi cari dana buat renovasi perpus lagi (lho?). Haduh serba salah deh, semuanya serba mahal, mau pinter juga mahal. Ampun deh!"

"Makanya mba pinjem buku di FISIP aja, lebih lengkap juga sama jurusannya."

"Ahh, si bapak di FISIP juga sama aja, bayar denda kalo telat, yaa meskipun masih lebih terjangkau, tapi PELIT, masa cuma boleh pinjem buku nya dibatesin dua doang!"

"Wah, si mba ini protes aja, kan disini bukunya dikit, terbatas jadi gak boleh banyak - banyak pinjemnya. Ini aja cuma maksimal dua bukunya pada gak di pulangin apa lagi banyak, habis dong stok bukunya."

"Hehehe, iya juga sih. yaudah deh pak, saya duluan ya, terimakasih. Assalamu'alaikum"

"Iya mba, lain kali jangan di pinjem sebarangan kartunya, yang satu lagi bukunya jangan lupa segera di kembalikan. Wa'alaikumsalam."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REBORN..

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

ANDINI (episode 2)