-BELAJAR DARI LUQMAN-

Sore itu saat waktu maghrib tiba seperti biasa, seusai menyempurnakan shalat maghrib dengan sunnahnya, suatu hal yang kudu bin wajib adalah melanjutkannya dengan membaca kitab suci terbaik dengan bahasanya yang indah dan memiliki isi paling sempurna, yaitu Al-Qur’an. Ketika saya membuka batas akhir bacaan Al Quran tersebut, ternyata surat selanjutnya yang harus saya baca adalah surat Luqman. Entah kenapa, ketika membacanya ada rasa yang berbeda yang menyelinap dalam diri, rasanya ingin segera menyelesaikan lalu mendalami arti-arti dari ayat tersebut. Rasanya huruf-huruf itu sudah melayang-layang menuntut untuk segera di pahami!!
Seperti seorang anak yang merindukan nasehat dari orang tua nya, atau lebih tepatnya rindu nasehat dari Sang Ayah. Sering sekali kami tidak bertemu lama, meski memang  jarak kini tak lagi masalah, karena saat ini teknologi sudah sangat canggihnya. Jarak ribuan mil bisa terasa sangat dekat hanya dengan mengangkat gagang telepon, lalu mencari nomor orang yang bersangkutan, hanya dengan hitungan menit bahkan detik, #kriiiing.. kita sudah langsung bisa ber-celoteh ria dengan mereka  maaf mungkin ini sedikit curhat colongan hehe, namun tetap saja berbeda rasanya dengan yang bertatap muka dan berbicara secara langsung.
Kembali saya terhanyut dalam bacaan-bacaan arti yang bahasanya sangat indah dan menyejukkan. Satu per satu ayat saya baca dan perhatikan. Seperti sedang mengobrol dengan seseorang, yang kata-kata nya berisi nasehat-nasehat yang sama sekali tidak menggurui. Seperti membaca sebuah buku yang banyak sekali mengandung makna dan hikmah.
Diawal ayatnya sudah jelas di tegaskan, “ Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hikmah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS: 31 ; 2-3). Sebuah ketegasan makna yang memaksa orang yang membacanya tidak lagi memiliki keraguan, bahwa yang ada hanya sebuah keyakinan akan banyak hikmah yang didapat ketika membacanya.
Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dan di pelajari, dari nasehat seorang Luqman untuk sang anak, mungkin ini juga bisa dijadikan referensi untuk para orang tua atau (mungkin) calon orang tua, bahkan sang anak itu sendiri!
Sebelumnya Allah juga menegaskan kepada Luqman dalam ayatnya “Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “ Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji” (QS : 31 : 12).
Hikmah yang dapat diambil dari nasehat-nasehat Luqman kepada anaknya antara lain :
1.  Yang ditegaskan pertama kali adalah urusan AKIDAH-nya, mengenai ketauhidannya kepada Allah swt. “..” Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar ” (QS : 31 : 13). Begitu pentingnya sehingga hal yang pertama kali harus ditanamkan dalam diri seorang muslim adalah urusan AKIDAH-nya
2.   Perintah BERBUAT BAIK TERHADAP KEDUA ORANG TUA
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (QS: 31 ; 14)
3. Selanjutnya yaitu perkara AMAL
“ (Luqman berkata), “ Wahai anakku! Sungguh jika ada (sesuatu perbuatan)seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus, Maha Teliti. “ (QS : 31 : 16 ).
4.  PERINTAH SHALAT DAN MENYERU PADA YANG MAKRUF DAN MENCEGAH DARI YANG MUNKAR
“ Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.  Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membagakan diri. “ (QS : 31 : 17-18)

 Alangkah indahnya nasehat-nasehat yang diberikan. Apabila setiap orang tua mampu membekali anak-anaknya dengan nasehat tersebut dan sang anak pun mampu memegang teguh nasehat itu sebagai pondasi dalam menjalankan hidupnya, alangkah tentramnya hidup ini.

  Meski miris rasanya melihat fenomena saat ini. Jangan kan menasehati anak-anak mereka dengan pesan-pesan yang penuh kasih sayang, untuk mengobrol pun terkadang susah karena sibuknya pekerjaan orangtua di kantor mereka masing-masing. Walhasil anak-anak mereka hanya sekedar dibesarkan dengan tumpukan materi, pendidikan formal maupun informal di luaran, namun tanpa adanya kasih sayang yang mampu mendukungnya, sehingga tidak adanya keterikatan batin yang kuat, yang terjalin antara anak dan orang tua.

Semoga kita menjadi anak-anak dan (kelak) menjadi orang tua yang mampu meneladani dan mengambil contoh dari Luqman seperti yang sudah Allah gambarkan dalam kitab-Nya. Sesungguhnya Allah menjadikan Al-Qur’an, bagi hamba-hamba-Nya yang mau mengambil hikmah. 
Wallahu’alam bi shawab...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANDINI (episode 2)

ANDINI (episode 1)

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!