Postingan

ANDINI (episode 2)

Gambar
"Assalamualaykum..."
"Wa'alaykumussalam..." Jawabku sambil setengah berlari dari dapur menuju depan pintu rumah kontrakan yang tidak begitu besar, bersegera membukakan pintu rumah untuk seseorang yang sudah sedari tadi ku tunggu kehadirannya.
"Tumben baru pulang mas?" tanya ku, sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 21.00, lalu mencium punggung tangannya.
"Iya, maaf ya gak ngabarin, tadi dijalan macet banget gak bisa pegang hp, ternyata ada truk terguling ditengah jalan, jadi macet berkepanjangan."
"Astaghfirullah, tapi kamu gak apa-apa kan?" tanyaku cemas.
"Gak alhamdulillah.." 
"Alhamdulillah, yasudah, ini diminum dulu tehnya, terus kamu mandi, sudah aku siapkan air panas, setelah itu kita makan ya.." lanjutku.
"Oke, terimakasih ya Andiniku..." Jawabnya sambil mengecup kening dan mengusap-usap kepalaku seperti biasanya.
Kami tinggal berdua saja disebuah rumah kontrakan berpetak yang…

ANDINI (episode 1)

Gambar
"Mas, kamu tau gak, diluar sana lagi banyak banget lho yang membicarakan tentang bagaimana idealnya menjadi seorang istri atau suami, bagaimana idealnya menjadi seorang ibu, bagaimana ideal bersikap terhadap pasangan, dan masiihh banyak lagi. Kira-kira kalau ternyata aku ga seideal itu gimana mas?" Tanya ku membuka pembicaraan saat meneduh disebuah warung kecil saat hujan deras ketika kami sedang perjalanan pulang.
"Hemm.. ya gak apa-apa, lha emang kenapa?" jawabnya singkat.
"Yaaa, ga apa-apa sih cuma tanya aja." Jawabku sambil memasang muka setengah kesal, karena ternyata pertanyaan panjang ku hanya terselesaikan dengan jawaban, "ya gak apa-apa."
"Hemm, dek, coba deh lihat mereka yang ada dibawah kolong jembatan yang sedang berteduh itu, banyak ya? kasian."
"Hemm... iya." jawabku singkat, semakin kesal karena pertanyaannya terdengar seolah mengalihkan pembicaraan dengan hal yang menurut ku tidak penting.
"Terus itu, ke…

Jangan Pernah Lakukan, dan Kau Pasti akan Menang!

Gambar
Pernahkah dalam pikiran mu terlintas sebuah pikiran jahat? Pikiran yang rasanya ingin melukai orang lain, ingin melakukan hal yang kau tau itu dilarang, dan bahkan bertentangan dengan hal yang dianggap sebagai kebaikan dan kebenaran, namun ingin rasanya kau tetap melakukan demi memuaskan sebuah hasrat besar yang tak bisa dipendam, yang bernama kemarahan?
Pernahkah kau merasakan sebuah rasa bersalah yang teramat besar, sesaat setelah kau melakukan kesalahan, yang kau tau itu bukan hal yang seharusnya kau lakukan namun karena bisikan syetan yang teramat besar, sehingga kau lakukan dengan akhirnya meninggalkan bekas penyesalan?
Ada seorang ibu yang menyesal teramat sangat, menangis dengan dipenuhi rasa bersalah, setelah memarahi anaknya dengan sebuah bentakan, hingga mendarat sebuah cubitan kecil dipaha mungil anaknya, hanya karena ia tak mau menuruti perkataan ibunya, dan saat itu sang ibu pun dalam keadaan lelah penuh masalah, tumpukan pakaian yang belum disetrika, cucian piring yang …

REBORN..

Gambar
Jika menulis adalah tentang bagaimana kita mengungkap rasa dalam bentuk kata-kata demi mengabadikannya sepanjang masa, maka izinkan lah diri untuk kembali meniti sesuatu yang sempat terhenti.
Jika memang semua ini akan terkenang sampai mati, semoga mampu menjadi pesan tanpa henti yang memberi arti bagi siapapun yang menjadi pemerhati. Mari kembali berbagi dalam pesan cinta yang terurai dalam kata. Mohon doakan semoga penulis mampu istiqomah.
Perkenalkan rumah lama yang akhirnya ditempati kembali, dengan masih perlu banyak renovasi. Blog pribadi saya yang kini bernama www.ekasulistiana.com semoga bermanfaat bagi saya sendiri, sebagai tempat untuk beraktualisasi, dan bagi siapapun yang sudah bersedia menyisakan waktunya untuk mampir kesini. Semoga saya bisa istiqomah, mohon doanya yaaa pemirsah. :)

#Hening

Aku pernah bertanya padanya. Kenapa terhenti? Apa kau sudah tidak ingin lagi berlari?, tak ada jawaban, yang ada hanya hening, senyap. Aku melihatnya seperti sedang tenggelam pada sebuah pemikiran. Suatu keadaan yang tak mudah diartikan. Aku masih memilih untuk diam, menunggu penuh harap bahwa akan ada kata yang terucap dan menjelaskan segalanya. Namun, sudah beberapa saat berlalu, akupun masih tak mendapatkan jawaban apapun. Ia masih tenggelam dalam heningnya, sedangkan hatiku sudah gaduh bergemuruh tak menentu.  Ada apa sebenarnya?

#Random2

Saya sadar, istiqomah itu memang sulit. Bahkan istiqomah untuk bisa meramaikan rumah (red-blog) ini pun termasuk istiqomah yang sulit.  Kini, saya harus mulai belajar dan mencari cara agar lebih betah untuk pulang kerumah (red-blog) dan meramaikannya kembali. Mungkin salah satunya dengan merubah suasana rumah, mencari desain dan interior baru agar tampak lebih sedap dan indah dipandang mata, minimal menurut saya, hehe... Mungkin bisa juga dengan kembali meluruskan niat, hingga mencari alasan yang kuat, untuk apa saya membangun rumah ini.  Pokoknya cari seribu satu dua tiga empat limaaa laahh alasan untuk bisaaaa istiqomah pulang ke rumah (red-blog)!!!

#Random1

Apapun itu, ketika kita (akan) bertemu pada hal baru, bukan kah sering tersemat kegelisahan dalam diri? Ketakutan yang bertubi-tubi, entah pada sebuah ketakutan yang besar, ataupun hanya sebuah ketakutan kecil. Bukankah wajar jika hal itu terjadi? Karena sebagai manusia, sesuatu hal yang belum terjadi itu adalah misteri, meski itu hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik. Mengeja masa depan, menata sebuah rancangan, mungkin menjadi sebuah hal yang lumrah kita lakukan, yang tidak pernah diketahui pasti adalah, akankah semua rancangan yang tertata itu mulus terwujud tanpa cacat. Ikhtiar dan doa, hanya itu yang mampu menjadi sandaran, selebihnya kita serahkan pada Sang Pemilik Kepastian.Khawatir dengan diri sendiri, berkenalan pada hal baru, lingkungan baru, interaksi baru, bahkan hampir semua hingga kebiasaan yang terjadi adalah sesuatu yang baru. Dan kita, diberi sebuah pilihan yang bernama adaptasi. Meski mungkin tak jarang kita melakukannya, karena pada setiap tahapan, setiap fas…